Rabu, 21 Agustus 2013

Mengurangi “Filler Words” saat berbicara di depan publik

Hallo ‘teman 360 community’, di awal tulisan kali ini saya ingin meminta anda membayangkan terlebih dahulu apabila ada seseorang yang menjadi pembicara dalam suatu acara dan kira-kira pembukaannya seperti ini:
“Salam sejahtera hadirin sekalian, (eee eee), hari ini senang sekali saya (eee eee) Valentino Simanjuntak (eee eee) dapat berdiri di hadapan (mmm mmm) hadirin semua untuk berbicara tentang (mmm apa namanya) public speaking”

Ok cukup membayangkannya sampai disitu saja, karena kalau di awal bicara saja sudah sedemikian banyak filler words nya apalagi kalo pembicara tadi harus berbicara sampai 1 jam? Ratusan eee, mmm, ccck, apa namanya dll yang disebut filler words itu pasti akan terucap. Saya sering katakan dalam pelatihan bahwa ketika audiens tampaknya tertarik dengan pembicara yang banyak mengucapkan filler words maka sebenarnya itu salah besar karena audiens justru sedang bertaruh akan berapa banyak total filler words yang terucap sampai akhir pembicaraan. Hal ini tidak bisa dihindarkan audiens karena paling tidak itu dapat mengurangi dan mengusir rasa mengantuk, bosan atau bahkan kasihan karena mendengar pembicara yang seperti tadi.

Apakah anda pernah mendengar seseorang berbicara dengan banyak filler words seperti tadi? Atau justru anda juga mengalami hal yang sama? Nah, ini adalah salah satu masalah klasik dan menjadi pertanyaan terpopuler dari banyak peserta pelatihan yang saya latih, yakni bagaimana bisa mengurangi atau kalau bisa menghilangkan filler words ini?

Dalam tulisan ini saya akan memberikan tips mengurangi filler words agar anda tidak menjadi bahan taruhan dan tertawaan seperti cerita saya di awal.

Mindset “TIDAK BISA” dibuang jauh-jauh
Sebagaimana yang saya sering katakan bahwa public speaking adalah skill atau ketrampilan, yakni sesuatu yang dapat dilatih dan dikembangkan, bukan suatu hal yang hanya dapat dimiliki seseoranga dan tidak dapat dimiliki orang lain. Begitupun juga ketika anda ingin mengurangi filler words, maka mindset bahwa mengucapkan kata-kata tersebut tidak akan bisa harus dibuang terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena ketika pemikiran kita sudah mengatakan tidak bisa, maka juga akan mempengaruhi pemikiran bawah sadar kita, sehingga semua anggota tubuh kita sekaan menolak setiap pengajaran, pelatihan untuk dapat mengurangi filler words dari yang biasa kita ucapkan. Saya ingat ketika sedang mengikuti pelatihan public speaking, fasilitatornya mengatakan bahwa filler words bisa dikurangi karena sudah ada teknik penangkalnya, tinggal mau atau tidak kalian (kami sebagai audiens) semua melatihnya. Jadi issue nya sekarang bukanlah lagi bisa atau tidak bisa, namun mau atau tidak mau anda semua melatihnya.

JEDA
Di dalam teknik vokalisasi dalam public speaking kita mengenal teknik jeda yakni membiarkan beberapa saat keadaan hening untuk memberikan momen bagi pendengar untuk merenungkan dan memikirkan apa yang baru diucapkan oleh pembicara. Nah, jeda juga dapat memiliki fungsi bagi pembicara untuk memikirkan dengan cepat kata apa yang akan diucapkan setelah itu, daripada harus mengeluarkan filler words.

Sebagai ilustrasi dalam sebuah seminar saya mengatakan hal berikut ini:
‘Public Speaking memerlukan 3 komponen agar pesannya dapat diterima yakni pesan, suara, dan bahasa tubuh.’

Terkadang filler words muncul tanpa kita undang entah karena kebiasaan, ketika kita gugup, ketika kita lupa atau bahkan gabungan semuanya sehingga yang sebenarnya sudah dipersiapkan bahkan dihafal dapat menjadi seperti ini:
‘Public Speaking memerlukan 3 komponen agar pesannya dapat diterima yakni (eeee) pesan, suara, dan (eeee) bahasa tubuh’.

Terkadang dalam hidup walau kita sudah antisipasi hal yang kita hindari tetap terjadi, begitupula dengan kejadian di atas, walaupun sudah kita persiapkan namun tetap saja ada kejadian atau momen yang membuat kita mengucapkan filler words tersebut.

Disinilah peran dari teknik JEDA, sehingga selain tidak mengucapkan eee eee atau filler words lainnya, namun juga secara tidak sengaja dapat memberikan momen kepada audiens untuk merenungkan apa yang baru saja kita ucapkan dan menantikan apa yang akan kita ucapkan berikutnya, sehingga masi dari ilustrasi yang tadi maka kalimat tersebut akan terucap:
Public Speaking memerlukan 3 komponen agar pesannya dapat diterima yakni (jeda) pesan, suara, dan (jeda) bahasa tubuh.

Mohon diingat bahwa jeda ini dilakukan bukan karena sudah dipersiapkan sejak awal namun dilakukan untuk menghalangi mulut kita mengucapkan filler words. Tentu saja jeda ini tidak dapat dilakukan dalam waktu lama, maksimum 3 detik pembicara sudah harus melanjutkan ucapannya, kalau tidak maka audiens akan mengetahui bahwa sebenarnya jeda tersebut memang karena pembicara tidak tahu lagi atau lupa atau mati gaya mau mengatakan apa berikutnya.

MEMANJANGKAN KATA
Banyak yang ragu ketika saya memberikan teknik ini dalam pelatihan yang saya lakukan , sampai akhirnya mereka percaya ketika saya praktekan. Teknik ini sangat efektih terutama ketika momen untuk mengucapkan filler words itu terletak di kata sambung seperti; dan, serta, atau, tetapi, melaikan, padahal,sedangkan,dll. Sebagai ilustrasi untuk teknik ini saya berikan contoh kalimat yang seharusnya diucapkan: “Pembicara yang baik harus menguasai 2 hal penting yaitu menyajikan data dan menyampaikan cerita untuk dapat meyakinkan audiensnya, tetapi kebanyakan pembicara saat ini tidak peduli akan hal itu, padahal jika 2 hal tadi dipersiapkan pasti respons audiens akan lebih baik”

Kita dapat melihat dari kalimat di atas banyak digunakan kata sambung, dan sebagai pembicara kita sering terbiasa mengucapkan filler words sesaat setelah kata sambung. Teknik memanjangkan kata ini sangat membantu pembicara untuk tidak menggunakan filler words tanpa diketahui oleh audiens bahwa sebenarnya itu dilakukan oleh pembicara karena menghindari filler words yang sudah ada di ujung mulutnya untuk diucapkan. Dari kasus kalimat tadi maka pembicara bisa seperti ini pengucapannya: “Pembicara yang baik harus menguasai 2 hal penting yaitu menyajikan data dan (mmm) menyampaikan cerita untuk dapat meyakinkan audiensnya, tetapi (eeee) kebanyakan pembicara saat ini tidak peduli akan hal itu, padahal (pcck eee) jika 2 hal tadi dipersiapkan pasti respons audiens akan lebih baik”
Dengan teknik ini maka akan lebih nyaman terdengar bagi audiens , menjadi:
“Pembicara yang baik harus menguasai 2 hal penting yaitu menyajikan data da(aaaa)n menyampaikan cerita untuk dapat meyakinkan audiensnya, tetapi(iiii) kebanyakan pembicara saat ini tidak peduli akan hal itu, padaha(aaaa)l jika 2 hal tadi dipersiapkan pasti respons audiens akan lebih baik”
Teknik memanjangkan kata ini justru juga dapat memberi penekanan dari kata sambung tersebut untuk mendapat perhatian audiens. Sebenarnya dalam kata lain juga ini dapat dipergunakan, namun saya sarankan dipergunakan dalam kata sambung. Sama seperti teknik JEDA tadi, bahwa karena ini diucapkan bukan dari bagian persiapan maka jangan terlalu panjang digunakan karena justru akan mengacaukan konsentrasi audiens bahkan bisa ditertawan.

MENGULANG KATA
Teknik ketiga ini sangat mengasyikan untuk dilakukan karena teknik inilah yang memberikan waktu terlama untuk berpikir mengucapkan kata selanjutnya tanpa mengucapkan filler words sembari memberi penekanan dan hal yang mampu diingat oleh audiens. Jadi teknik ini memiliki makna ganda yang paling sama menguntungkannya antara audiens dan pembicara.

Saya akan berikan contoh ilustrasi berikut ini:
“Terdapat 4 teknik story telling dalam public speaking, yakni: Menceritakan pengalaman sendiri, menceritakan pengalaman orang lain yang kita dengar, menceritakan hal dari literatur, menceritakan hal dari karangan sendiri.

Teknik menggunakan penomoran seperti ini perlu persiapan yang khusus, karena jika kita sudah sebutkan ada 4 maka audiens akan menghitung berapa banyak kita sudah mengucapkan tekniknya, sebaliknya bagi pembicara terkadang kita ingat 4 tekniknya di mulut saja namun saat diucapkan kita bisa lupa, perlu melihat alat bantu dsb yang memancing filler words untuk diucapkan. Sehingga bisa seperti ini:
“Terdapat 4 teknik story telling dalam public speaking, yakni: Menceritakan pengalaman sendiri, (lalu aaaaa) menceritakan pengalaman orang lain yang kita dengar, menceritakan hal dari literatur, (trakir mmmm eeee) menceritakan hal dari karangan sendiri.

Saat kita sempat menunjukan diri sedang lupa atau blank audiens ada yang empati kepada kita namun ada juga yang mengejek kita dimana keduanya menurut saya sama tidak menguntungkannya bagi si pembicara. Dengan teknik ini kita dapat diberi waktu untuk mengingat kembali dan memberi kesempatan bagi audiens untuk mengulang mengatakan atau mengingat apa yang sudah kita katakana sebelumnya.

Pada contoh tadi maka akan menjadi:
“Terdapat 4 teknik story telling dalam public speaking, yakni: Menceritakan pengalaman sendiri,(menceritakan pengalaman sendiri lalu) menceritakan pengalaman orang lain yang kita dengar, menceritakan hal dari literatur, (menceritakan pengalaman sendiri, orang lain, dari literature dan terakhir) menceritakan hal dari karangan sendiri.

Teknik ini semakin efektif dilakukan sambil memberi kode dengan ekspresi wajah kita untuk mengajak audiens berinteraksi dan mengikuti kita mengulang apa yang sudah kita ucapkan, sehingga seakan-akan kita memang sudah mempersiapkan untuk melakukan ini.

Jangan lupa bahwa inipun tidak kita persiapkan untuk kita lakukan, sehingga jangan mengulang-ulang terus tanpa ada kelanjutan ucapan kita, karena hanya akan menurunkan kredibilitas kita sebagai pembicara.
Teknik-teknik di atas bisa terkesan simple bisa juga sulit tergantung dari perspektif mana kita melihat, namun yang dapat saya pastikan, seperti iklan salah satu produk minuman “trust me, it works”. Saya adalah salah satu produk sukses dari teknik diatas yang merubah kemampuan saya berbicara khususnya mengurangi filler words setiap saya bicara.

Jika saya bisa berubah dengan teknik tadi, maka anda pasti juga bisa. Yang terutama hanyalah apakah anda MAU atau TIDAK? Selamat berlatih

GUGUP itu Normal


Bagaimana mengatasi kegugupan ketika berbicara di depan publik (juga) menjadi pertanyaan yang paling sering ditanyakan ketika saya memberikan pelatihan public speaking. Gugup timbul biasanya karena 2 hal yakni hasrat yang besar dan ketegangan, bisa berdiri sendiri maupun bercampur menjadi satu.

Ketika perasaan ini muncul dalam diri seseorang maka dia sendiri akan merasakannya, biasanya keringat mengucur deras walau di ruang ac sekalipun, jantung berdebar kencang, sakit perut walaupun tidak ingin konstipasi, selalu ingin buang air kecil, tangan yang basah. Hal inilah yang kemudian juga membuat orang dapat megetahui seseorang sedang mengalami ketegangan, karena akhirnya hasil dari yang terjadi di dalam dirinya tersebut diperlihatkan melalui bahasa tubuh dan suara.

Ketika seseorang mengalami kegugupan kita akan dapat dengan mudah mengetahui dari bahasa tubuh melalui expresi wajahnya, gerakan tangan yang kaku atau terlalu banyak bergerak, postur badan yang tidak relax. Selain bahasa tubuh kita bisa juga melihat kegugupan seseorang dari suaranya karena seseorang yang gugup akan mengeluarkan suara yang beradu cepat dengan nafas dan terbata-bata. Hal ini dapat terjadi bukan karena suatu kebetulan atau ada kesalahan dengan orang yang mengalaminya, melainkan karena ada zat hormonal yang keluar dari tubuh kita yang reaksinya menjadi seperti tadi yang disebut ENDORFIN dan ADRENALIN, jadi bagi siapapun yang mengalaminya sekali lagi saya katakan anda NORMAL.

Dalam bahasa sehari-hari endorfin adalah suatu zat hormonal yang keluar di dalam tubuh ketika diri seseorang mengalami hasrat/kegairahan dalam dirinya. Misalnya ketika seseorang sedang jatuh cinta khususnya saat masih pacaran hormon ini muncul sangat banyak sehingga segala sesuatu terlihat menyenangkan, inilah mengapa ketika jatuh cinta rasanya harus bolak-balik mengantarkan pacar pergi dan pulang sampai ke rumahnya tidak terasa jauh karena hormon ini membuat seseorang menggebu-gebu.
Sementara adrenalin muncul ketika ada rasa kuatir untuk melakukan sesuatu sehingga setiap adrenalian ini muncul membuat kuatir dan ketakutan menguasai seseorang yang mengalaminya. Seseorang yang mengalami phobia ketinggian adrenalinnya akan meningkat seketika ketika berada di gedung yang tinggi.

Nah salah satu penelitian menunjukan bahwa berbicara di depan publik adalah gabungan antara endorfin dan adrenalin yang muncul dalam diri seseorang saat akan melakukannya, jadi anda dapat bayangkan bagaimana kacaunya perasaan yang terjadi pada orang yang mengalaminya.

Nah dengan mengetahui apa dan mengapa seseorang dapat gugup ketika berbicara di depan publik, maka bagaimana untuk mengatasinya pun dapat terjawab secara jelas dan practicable.

HASRAT SAJA TIDAK CUKUP
Seseorang yang memiliki hasrat (passion) biasanya membuat ia bersemangat ketika ia akan melakukan passion-nya tersebut. Hal ini sebenarnya menjadi faktor terpenting bagi seseorang untuk dapat menikmati apa yang dilakukannya, namun terkadang passion ini tidak dibarengi dengan pengetahuan dan skill yang mumpuni sehingga hasilnya pun tidak maksimal.
Masalah dalam passion juga dapat muncul ketika seseorang terlalu excited dan terlalu percaya diri  sehingga ia hanya mengandalkan semangatnya saja tanpa dibarengi kemampuan yang diperlukan di dalam hal yang sedang ia lakukan tersebut.
Passion tetap memerlukan persiapan, ya saya ulang sekali lagi bahwa passion memerlukan persiapan. Persiapan sangat diperlukan untuk dapat memperlengkapi seseorang ketika sedang melakukan passion nya. Hal ini juga berlaku di dalam dunia public speaking, dimana ketika seseorang begitu menantikan kesempatan ingin berbicara di depan publik dan kemudian ia mendapatkan kesempatan itu, maka perasaan excited dapat berubah menjadi gugup karena perasaan yang saya sebut 'terlalu menantikan'.
Nah ketika seseorang sudah melakukan persiapan yang matang sebelum berbicara maka ketika kegugupan yang diakibatkan 'terlalu menantikan' itu muncul, orang ini sudah dapat mengendalikannya dengan materi bicara yang telah tersusun rapih dan terlatih untuk tinggal disampaikan.

Persiapan yang diperlukan bagi seseorang sebelum berbicara di depan publik adalah:
  Materi yang akan disampaikan
  Bagaimana cara menyampaikan materi tersebut
  Penampilan kita saat membawakan materi itu

Mengenai ketiga hal diatas saya akan membahasnya lebih detail di dalam kesempatan lain.

KEKUATIRAN PERLU DIBUKTIKAN
Kekuatiran adalah faktor lain bagi seseorang menjadi gugup saat akan berbicara di depan publik. Berbicara mengenai kekuatiran, biasanya muncul karena belum memiliki pengalaman dalam public speaking atau memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dalam public speaking.
           
           
Pikiran Positif Itu Wajib
Kekuatiran muncul dalam pikiran seseorang sebelum pikirannya tersebut terbukti benar atau tidak, karenanya diperlukan obat penawar pikiran, yakni pemikiran yang positif bagi seseorang sebelum melakukan public speaking.

Perkatakan Positif Tentang  Diri Anda
Terlalu banyak saya melihat seseorang melabeli dirinya sendiri dengan perkataan negatif, pesimis, dan rendah diri. Mulai sekarang jangan lakukan itu lagi dan perkatakan yang sebaliknya. Sekarang saya minta anda untuk menuliskan 10 hal positif tentang diri anda, seperti ”saya bisa, saya mampu, saya keren, saya berani, dll nya”. Tidak berhenti disitu, saya minta kata positif itu anda cetak dan buat piguranya lalu pasang di atas pintu keluar kamar sehingga setiap hari memulai aktivitas, anda dapat membaca itu setiap saat sehingga anda melabeli diri sendiri dengan positif.


Anchoring
Selain pemikiran positif, untuk melawan kekawatiran ini juga dapat dilakukan dengan melakukan kebiasaan yang dapat membuat diri kita tenang, yang dikenal dengan anchoring. Anchoring ini dilakukan sesuai kenyamanan yang dapat diberikan 5 panca indera bagi diri seseorang, misalnya:
  Indera pendengaran         : seseorang mendengar musik tertentu agar PD
  Indera penglihatan            : seseorang membayangkan dirinya tampil baik agar PD
  Indera Perasa                    : seseorang mengunyah sesuatu agar PD
  Indera penciuman             : seseorang mencium bau sesuatu agar PD
  Indera peraba                    : seseorang perlu memegang sesuatu agar PD

Persiapan x (Pikiran + perkataan positif +Anchoring) sudah dilakukan, maka tinggal satu hal lagi yang justru krusial yang harus dilakukan, apa itu? tidak lain dan tidak bukan adalah PRAKTIKAN, mengapa? karena endorfin dan adrenalin tadi akan menemukan titik klimaksnya saat kegiatan tersebut dilakukan.

Bahkan salah satu profesor di AS meneliti dan mengatakan bahwa saat public speaking telah dilakukan maka perasaan yang muncul adalah sama dengan saat hubungan intim pasangan suami isteri telah mencapai klimaks (#naaaah). Saat public speaking sudah dilakukan maka setelah itu seseorang baru dapat berkata 'haaaaah akhirnya', tinggal kemudian dapat menilai dan melakukan evaluasi atas penampilannya.

Jadi mulai sekarang jika kegugupan itu muncul ini yang harus anda lakukan:
  Akui saja kalau anda gugup
  Persiapan matang
  Lakukan saja (Just do it)


Semoga tips kali ini dapat membantu anda untuk bisa mengatasi kegugupan saat akan melakukan public speaking.

WIIFa


“When I get ready to talk to people, I spend two thirds of the time thinking what they want to hear and one third thinking about what I want to say.” 
 
Abraham Lincoln

Dalam berkomunikasi interpersonal akan selalu ada pembicara dan pendengar serta pesan yang akan disampaikan. Dalam ‘public speaking’ akan selalu ada pembicara dan pendengar yang lebih dari 1 orang dan pesan yang akan disampaikan. Kedua hal di atas menitikberatkan pada pesan yang akan disampaikan dan bagaimana cara pesan itu tersampaikan.
Saat pesan disampaikan banyak pembicara yang selalu memikirkan pesan tersebut adalah hal yang sangat penting, perlu, dan harus dibicarakan kepada audiens tersebut, namun sering terlupakan adalah memikirkan apakah pentingnya pesan tersebut bagi pendengar atau audiens yang mendengarkan.
Dalam banyak seminar yang saya moderatori, saya melihat bahwa banyak pembicara tidak memikirkan apa yang judul saya sebut WIIFa atau Whats In It For Auidence sehingga mengakibatkan audiens tidak berselera untuk mendengarkan dan membuat suasana seminar tidak lagi sesuai yang diharapkan.
Dalam seminar kepada mahasiswa-mahasiswi tentang pentingnya membayar pajak, misalnya, saya menemui pembicara yang justru langsung menerangkan tentang berbagai macam pajak padahal seharusnya pembicara terlebih dahulu menjelaskan apa sih pentingnya buat mahasiswa mengetahui tentang pajak karena mereka kebanyakan belum memiliki penghasilan karena masih ditanggung orangtua. Karena itu maka tidak heran seminar tersebut sudah sepi bahkan sebelum setengah dari acara tersebut berlangsung.
Mari kita jujur pada diri sendiri, saat kita jadi pendengar pasti kita akan berpikir ‘pentingnya buat gw apa ya dari omongan ini’, sehingga saat kita pikir itu penting kita akan lajut mendengarkan, namun jika tidak berbagai respon akan kita berikan salah satunya adalah komentar seperti ini: ‘ni orang ngomong gak penting banget sih, males dengerinnya’.
WIIFa adalah suatu jurus andalan dari setiap pembicara agar bisa nyambung dengan pendengar dan menimbukan suatu kebutuhan untuk si pendengar yang akan bisa terpenuhi hanya jika ia mendengarkan pesan tersebut.

Untuk memunculkan WIIFa ini, maka yang harus anda persiapkan adalah suatu ‘problem’ dan ‘kebutuhan’ dari pesan yang akan disampaikan.
“Tidak ada orang yang ingin punya problem dalam hidupnya, namun tidak ada seorangpun yang tidak punya problem sepanjang hidupnya”. Saat pesan anda menampilkan suatu problem yang mengena atau bisa terkena kepada audiens anda, maka itu akan menimbulkan suatu kebutuhan dalam pendengar anda untuk mendengarkan pesan anda.
Contoh yang saya berikan dalam salah satu training saya misalnya adalah seminar tentang “kiat mengatasi kegugupan” dengan audiens level General Manager. Saya akan memulai pesan saya dengan mengatakan hal seperti ini: ”Bahwa banyak karyawan di perusahaan mendengarkan para PEMIMPINnya berbicara bukan karena semangat ingin mendengar namun karena terpaksa saja mengingat yang berbicara adalah BOSS nya. Banyak cerita bahwa para pemimpin menjadi olok-olokan selama ia berbicara karena kegugupannya, atau bahkan ada julukan sendiri yang diberikan kepada boss yang gugup itu. Saya yakin tidak ada satu orangpun yang mau seperi itu disini, namun siapa yang bisa  menjamin bahwa itu tidak akan terjadi kepada kita. (Problem)
Nah hari ini bagi anda semua yang tidak ingin mengalami hal di atas tadi saya akan sharing tentang bagaimana mengatasi kegugupan saat anda berbicara dengan siapa, kapan dan dimanapun (Kebutuhan).
Saat audiens anda berpikir dan merasa problem yang disampaikan tersebut terjadi pada dirinya atau bisa saja menimpa dirinya dan kemudian menimbulkan kebutuhan bagi dia untuk mendengarkan, disaat itulah anda sudah mampu menggunakan jurus WIIFa dengan tepat.
Sekarang sebagai latihan silahkan anda buat 1 Topik apa saja , tujuannya apa, dan buat 3 segmen audiens yang berbeda, tugas anda adalah menemukan WIIFa di ke 3 segmen tersebut.

Selamat berlatih dan semoga membantu andaJ

Kamis, 12 Januari 2012

perkataan selalu berdampak


PERKATAAN SELALU BERDAMPAK

Setiap hari di seluruh dunia seluruh manusia berkomunikasi menggunakan kata, baik secara lisan maupun tulisan kata selalu digunakan karena lewat kata maksud dari suatu pesan dapat tersampaikan. Kata dapat dikatakan, dapat ditulis, dapat dibaca, dapat didengar, kata dipergunakan di mana-mana.

Tiap kata yang terangkai menjadi satu kalimat disebut perkataan, selalu memiliki arti  sehingga  berdampak beragam bagi tiap orang. Ada pepatah yang mengatakan “mulutmu harimaumu”, namun menurut saya lebih tepat adalah “yang terucap dari mulumu, harimaumu”.
Perkataan dapat memotivasi atau melemahkan, dapat menyembuhkan atau menyakitkan, menjadi jalan keluar atau menyesatkan, menjadi jawaban atau pertanyaan, dapat mengobati atau melukai, dsb yang intinya perkataan dapat berdampak apa saja bagi si penerima pesan.

Perkataan orangtua terhadap anak saat si anak menjadi juara kelas tentu penuh dengan kata-kata pujian yang menyenangkan hati si anak. Namun di tempat lain ada orangtua yang sedang menggunakan kata-kata cacian karena si anak tinggal kelas yang justru semakin melemahkan hati anak tersebut. Perkataan seorang Manager kepada bawahannya saat sang bawahan mencapai target dan ketika jauh di bawah target; Perkataan seorang pelatih saat timnya dalam posisi unggul dengan saat timnya tertinggal; Perkataan seorang kekasih saat ia sedang mesra dengan pasangannya dengan saat ia sedang bertengkar, dan masih banyak lagi contoh situasi perkataan, yang menguatkan bahwa setiap perkataan kita akan menentukan dampak bagi si penerima pesan dan selain itu juga dapat memperlihatkan karakter seseorang dari perkataan yang diucapkan atau dituliskan.

Karena setiap perkataan mengandung maksud dan dampak maka dalam keseharian kita tentu harus dapat menggunakan perkataan kita dengan tepat guna. Kita harus tentukan dulu apa sebenarnya pesan dan dampak yang kita harapkan dari penerima pesan perkataan kita, jangan sampai justru sebaliknya yang terjadi. Jika anda ingin memotivasi persiapkan lah perkataan yang memotivasi, begitu juga jika anda ingin melukai, persiapkanlah perkataan yang memang akan melukai si penerima pesan. Karena yang terpenting adalah anda menyadari benar apa yang hendak anda utarakan dan dampaknya bagi penerima pesan, sehingga anda sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi karenanya.

Valentino Simanjuntak
|Sportcaster| Communication Coach|
|CEO of Indonesian Football Players Association|















dedikasi henry, messi, pep


DEDIKASI THIERRY HENRY, LIONEL MESSI dan PEP GUARDIOLA

Jika saya bertanya kesamaan dari ketiga nama di atas tentu anda akan teringat dengan klub Barcelona saat ketiga figure ini membawa Barcelona menjadi Juara Liga Champions tahun 2009
Hal tersebut memang benar adanya bahkan masih teringat jelas bagaimana mereka memenangkannya ketika itu, namun  saat ini keadaan telah berubah. Messi dan Pep masih setia berada di Klub Barcelona sementara Thierry Henry sudah berkelana ke Amerika Serikat bahkan sekarang sedang kembali lagi ke BPL untuk dipinjam Arsenal. Walaupun demikian, beberapa hari yang lalu ternyata ketiganya masih memiliki persamaan namun bukan dari klub yang dibela atau kejuaraan yang dimenangkan namun, persamaan dalam hal yang saya tulis berikut iniJ.

Thierry Henry

Thierry melakukan comeback yang sangat fenomenal  dengan mencetak satu-satunya gol kemenangan Arsenal di sisa menit ke 12, gol ke 12 sepanjang karir melawan leeds, dengan nomor punggung 12 di tahun 2012, tidak salah jika kisahnya seperti kisah dongeng yang menjadi nyata.

Arsene Wenger begitu senang dengan memberikan begitu banyak pujian terhadap raja yang telah kembali ini, katanya:

“Ini seperti mimpi, karena ini adalah cerita sepakbola yang akan anda sampaikan kepada anak-anakmu. Saat ia (Thierry) ada dalam posisi itu, saya pikir ooh, itu adalah sudut andalanmu, tapi itu masih terlampau jauh. Disaat itulah ia mengejutkan saya”.

Thierry pun tidak kalah terkejutnya dengan apa yang berhasil dia lakukan malam itu, dan berikut ini beberapa perkataan Thierry Henry:

“Perasaan yang aneh, saya kembali dari liburan 15 hari yang lalu. Saya tidak pernah mengira saya akan kembali bermain untuk Arsenal atau mencetak gol kemenangan. Saya kembali bergabung  ke Arsenal sebagai fans, sebelumnya saya bukan. Sekarang saya mengerti bagaimana perasaan para pemain yang mencetak gol untuk tim yang mereka memang dukung dan cintai seperti untuk Liverpool, Manchester United atau Chelsea”

Selain mengungkapkan kegembiraannya, Thierry juga mendedikasikan gol kemenangan yang dicetak  melawan Leeds kepada   orang-orang paling special yang ia temui selama kariernya di Arsenal.

“Saya ingin mengatakan, Paul Johnson baru kehilangan ibunya (jean scorey) baru-baru ini. Ia adalah fans berat Arsenal dan sangat kecewa ketika kami kalah dan menjadi wanita paling berbahagia ketika kita menang. Saya ingin mendedikasikan pertandingan ini untuk ia dan Paul Johnson karena pria ini sungguh luar biasa. Dia datang ke tempat latihan walaupun ibunya meninggal dan ia melakukan itu karena kecintaannya pada Arsenal. Dia bekerja untuk klub dan mencintai klub tersebut.
Dan juga kepada wanita yang selalu menjaga kursi eksekutif saya di Emirates, lynn ann- Saya dedikasikan pertandingan ini untuk mereka karena anda harus ingat kepada orang-orang yang di belakang layar yang tidak anda lihat. Pertandingan ini untuk mereka”.


Sebuah perkataan yang tentunya mencerminkan kedewasaan dan kerendahan hati seorang Raja di Arsenal.  

Sementara itu di negara eropa lainnya tepatnya di Swiss sedang diadakan acara penganugerahan Pemilihan Pemain Terbaik FIFA 2011 dimana punggawa Barcelona, Lionel Messi terpilih sebagai Pemain terbaik untuk ketiga kalinya berturut-turut dan Pep Guardiola menyingkirkan Jose Mourinho dan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih terbaik. Menariknya adalah perkataan yang diucapkan saat menerima penghargaan oleh kedua figur ini:

Perkataan Lionel Messi
“Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa untuk memenangkan Penghargaan ketiga ini. Saya ingin berbagi kemenangan ini dengan semua pihak yang telah memilih saya, pelatih saya dan rekan satu tim baik di Barcelona maupun di tim nasional Argentina.”
“Selanjutnya saya ingin berbagi secara khusus penghargaan ini dengan sahabat saya Xavi. Ini adalah untuk ke empat kalinya kami bersama dalam acara seremoni ini dan adalah suatu kehormatan untuk saya dapat bermain dalam satu tim dengan dia. Penghargaan Ballon d’Or ini juga menjadi milikmu. Tanpa bantuanmu saya tidak akan berada disini.”
Perkataan Pep Guardiola
“Saya hendak mendedikasikan penghargaan ini untuk ribuan orang yang telah bekerja di Barcelona dalam kurun waktu 100 tahun ini dan membantu membagun salah satu tim terbaik di dunia. Suatu kehormatan untuk saya menjadi bagian dari kelompok yang mampu membuat tim yang luar biasa ini.”
“Dari dasar hati yang paling dalam saya juga ingin mendedikasikan gelar ini untuk Tito Vilanova, sahabat saya, partner, sekaligus asisten saya yang selalu ada, walaupun akhir-akhir ini kita tidak sesering biasanya berjumpa.”
“Tito, ini untukmu.”
WOOOW itu yang saya dapat katakan ketika membaca dan melihat melalui video perkataan yang mereka ucapkan setelah apa yang mereka raih di panggungnya masing-masing. Ketiga sosok ini merupakan saja pemain/pelatih top sepakbola namun juga komunikator yang memiliki “bahasa yang sama”, yang sangat mengerti bahwa kesuksesan yang mereka raih bukan semata untuk mereka namun juga dukungan berbagai pihak sebagaimana yang mereka sebutkan. Mereka memilih untuk berempati mengucapkan akan mendedikasikan apa yang mereka raih dengan orang lain dibanding ia focus kepada kerja keras dan jerih payah yang mereka lakukan untuk mencapai raihan mereka tersebut.

Ucapan dari Thierry Henry untuk mendedikasikan comeback goalnya kepada orang-orang yang kita jarang bahkan mungkin tidak pernah mengetahui namanya adalah suatu hal yang dapat kita liat dari seorang Thierry bahwa ia pun bersosialisasi dengan akrab bukan hanya rekan dan pelatih namun juga para pekerja yang ada di sana. Bisa kita bayangkan jika nama kita disebutkan oleh legenda kita seperti Thierry, pasti ada kebanggaan, haru, semangat baru yang dirasakan.

Hal tersebutlah yang langsung dijawab oleh Xavi dalam sebuah wawancara ketika ditanya komentarnya setelah namanya disebut dalam speech messi:

“Tentu perkataan Messi menyentuh hati saya, bahkan perasaan ini lebih baik daripada memenangkan penghargaan itu. Saya tidak berharap dia akan mengucapkan terima kasih kepada saya. Ia sahabat terbaik saya dan orang yang luar biasa, tetapi ia pemalu. “

“Saya setuju jika ia terus bermain dalam level yang sama, dia akan menjadi pesepakbola terbaik sepanjang sejarah, dan saya percaya bahwa tidak ada batasan untuk potensi messi, selain dirinya sendiri.”

“Saya bahagia untuk dia.”

Begitupun Pep Guardiola, ia tidak melupakan Tito, asistennya yang tidak ikut ke Kejuaraa dunia antar klub di jepang karena menjalani operasi. Dedikasi ini juga tentunya dapat membuat Tito bangga karena diucapkan di hadapan semua aktor sepakbola dunia, terutama bagi Jose Mourinho karena Tito adalah orang yang telinganya di sentil oleh Mourinho saat El Clasico tahun lalu yang berakhir ricuh dan mourinho kala itu mengatkan : “Vilanova? Saya tidak mengenal dia”. Dengan dedikasi dari Pep ini tentu memperlihatkan bahwa seorang Tito sangat berarti bagi dirinya.

Selamat untuk Thierry, Messi, dan Pep yang telah memberi contoh bagaimana seorang bintang sepakbola bukan hanya dengan hasil di lapangan namun juga dengan perkataan yang tulus dan empati.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk pencinta dunia komunikasi dalam sepakbola dimanapun anda berada.

Valentino Simanjuntak
|Sportcaster| Communication Coach|
|CEO of Indonesian Football Players Association|

perkataanmu duniamu

PERKATAANMU MENCIPTAKAN DUNIAMU Kutipan ini selalu ada di dalam pikiran saya setelah pertama kali mendengarnya. Saya akan menuliskan beberapa contoh perkataan-perkataan yang pernah diucapkan seseorang yang membuat kutipan tadi menjadi benar adanya. Dunia Jose Mourinho Perkataan terhadap Claudio Ranieri “Saya berlatih bahasa Italia selama 5 jam sehari dalam beberapa bulan ini untuk memastikan saya dapat berkomunikasi dengan pemain-pemain, media dan fans. Claudio Ranieri sudah di Inggris selama 5 tahun dan tetap kesulitan untuk mengatakan “good morning” dan “good afternoon”. “Dia telah memenangkan Piala Super, sebuah piala kelas bawah. Dia tidak pernah memenangkan kejuaraan besar. Mungkin dia harus merubah pola pikirnya, namun dia sudah terlalu tua untuk melakukan itu” Perkataan terhadap Frank Rijkaard Ketika saya melihat Rijkaard memasuki ruang ganti wasit saya tidak dapat percaya. Ketika Didier drogba dikeluarkan dari lapangan, saya sudah tidak terkejut lagi. Sejarah saya sebagai manager tidak dapat dibandingkan dengan Frank Rijkaard. Dia memiliki NOL sementara saya memiliki banyak. Perkataan terhadap Arsene Wenger Saya pikir, ia adalah salah satu dari para voyeur. Dia senang memperhatikan orang lain. Ada beberapa orang yang ketika sedang berada di rumahnya, memiliki teleskop besar untuk melihat apa yang terjadi di keluarga orang lain. Ia selalu bicara, bicara dan bicara tentang Chelsea. Perkataan terhadap Sir Alex Ferguson Sudah jelas bahwa Premiere League saat ini beroperasi dengan peraturan baru yang secara efektif menghindari MU untuk diganjar penalty, dan sebaliknya mereka akan selalu mendapat yang mereka inginkan Perkataan terhadap Rafael Benitez Roy Hodgson sedang bertarung untuk meraih kesuksesan di Liverpool dengan kondisi tim yang semakin buruk,buruk dan buruk setiap musimnya di bawah pimpinan Rafael bENITEZ selama di Anfield Perkataan terhadap Pep Guardiola Sampai saat ini ada 2 grup pelatih, ada grup yang sangat kecil yang tidak pernah membicarakan keputusan wasit. Lalu ada grup yang lebih besar, dimana saya ada di dalamnya, yaitu grup berisi pelatih yang mengkritisi keputusan wasit saat mereka membuat kesalahan besar. Dan saat ini dengan adanya komentar dari Pep berarti ada grup ketika dimana diisi hanya satu orang, yang mengkritisi keputusan tepat dari wasit. Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya Dunia Steve Jobs Interview Playboy, 1985 Kami tidak pernah kawatir tentang angka. Di pasar, Apple selalu focus pada kecemerlangan produk, karena produk benar-benar membuat perbedaan. Iklan memang diperlukan untuk persaingan; Iklan IBM ada dimana-mana. Tapi PR yang baik mengedukasi masyarakat, bukan justru membohongi mereka. Produk akan berbicara untuk dirinya sendiri. Hal yang paling diinginkan oleh pelanggan untuk membeli computer untuk di rumah adalah dapat tersambung ke dalam jaringan komunikasi nasional. Kita ada pada tahap awal dari terobosan yang akan terjadi untuk semua manusia sama seperti terobosan kegunaan telepon Interview “memory and imagination” 1990 Itu adalah arti computer untuk saya; Komputer adalah alat yang luar biasa yang dapat kita gunakan. Ini sama dengan sebuah sepeda untuk pikiran kita Interview 1994 Saya pikir bagian dimana yang membuat Macintosh luar biasa adalah karena orang-orang yang bekerja berasal dari profesi musisi, penyair, artis, peneliti hewan, sejarahwan yang juga merupakan ilmuwan computer terbaik di dunia Interview businessweek, Mei 1998 Inilah salah satu mantra saya focus dan sederhana. Sederhana dapat lebih rumit dari yang kompleks; Anda harus kerja keras untuk mendapat pikiran yang jernih untuk membuat segalanya jadi sederhana. Tapi itu sebanding pada akirnya karena saat anda tiba disana, anda dapat memindahkan gunung sekalipun” Interview 60 minutes 2003 Model saya dalam bisnis adalah The Beatles. Mereka adalah empat orang yang dapat meredam tendensi buruk dari orang lain. Mereka menyeimbangkan satu sama lain yang menjadikan mereka lebih kuat bersama dibandingkan terpisah. Begitulah saya melihat bisnis, hal baik dalam bisnis tidak pernah dapat dibuat oleh satu orang, tetapi oleh satu tim. Pidato di Standford University 2005 Anda harus percaya akan sesuatu, takdir, hidup, karma apapun. Hal-hal tadi yang membuat saya tidak pernah menyerah, dan itu menjadi pembeda dalam kehidupan saya” Mengingat bahwa kamu akan meninggal adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan pemikiran bahwa ada hal yang perlu saya pertahankan. Kamu sudah telanjang. Tidak ada alas an untuk tidak mengikuti hatimu. Tetaplah lapar, tetaplah merasa bodoh Dunia Ruhut Sitompul Komentar terkait kasus Century “Tidak ada kaitannya SBY dan Demokrat dengan aliran dana Bank Century. Kalau ada, potong kuping Ruhut Sitompul.” Kalo Ibas terima 500 miliar, potong leher saya Nggak mungkin oposisi (jadi ketua pansus). Potong leher saya. Ya buat apa dong koalisi. Ini kan kasihan rakyat. Ini hanya sinetron politik Saya akan menjamin saat Boedi dipanggil tidak dating, Sri Mulyani tidak datang saat dipanggil. Teman-teman bias panggil saya keluar, rajam saya, cabut nyawa saya Pada pansus Century 6 Januari 2010 berseteru dengan Gayus Lumbun hingga kemudian menyebut “bangsat” Komentar tentang laporan Mahfud MD “Pak Mahfud itu kemana. Dia kan professor hokum, ketua lembaga hukum. Kenapa duit itu dikasih September baru lapor kemarin. Nggak ada angina, nggak ada hujan, baru ngoceh. Dia sepertinya mau cari panggung untuk 2014. Di aka mau dijadikan wapres untuk 2014” Komentar tentang rencana mundur dari Partai Demokrat “Saya setia loyal sama SBY, kalau kepada Demokrat saya enggak. Kalau mereka terus tidak menerima cara berpolitik saya, ya saya bisa keluar. Saya ini seperti David beckham, saya merasa politisi professional dan ketika saya direndahkan saya akan keluar dari democrat” Dunia Dahlan Iskan Interview tentang keputusan tidak menerima gaji Buat apa saya menerima gaji, toh uang dan harta saya sudah banyak dan masih cukup untuk menghidupi anak dan cucu saya, kalaupun dikasih fasilitas rumah dan mobil pun mungkin buat saya belum perlu karena saya sudah memiliki rumah dan mobil yang harganya jauh lebih mahal dari fasilitas yang nantinya harus saya terima Perkataan tentang kebijakannya Bukankah karyawan PLN itu umumnya lulusan terbaik ranking 1 sampai 10 dari universitas-universitas terbaik negeri ini? Bukankah karyawan PLN itu, doktornya saja sudah 20 orang dan masternya sudah 600 orang, Bukankah mereka sudah sangat berpengalaman “melebihi saya”? Maka, saya tidak ragu memberikan kebebasan yang lebih kepada mereka. Inilah sebuah proses lahirnya kemerdekaan ide. Orang yang terlalu sering diberi arahan akan jadi bebek. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Orang yang terlalu sering diberi pidato kelak hanya bisa minta petunjuk. Semua itu saya lakukan di meja rapat. Bukan di meja kerja direktur utama. Karena itu, saya juga tidak pernah memanggil staf, misalnya, untuk menghadap duduk di kursi di depan direktur utama. Kalau saya lakukan itu, perasaan saya tidak enak. Mungkin hanya perasaan saja sebenarnya. Saya tidak tahu dari mana lahirnya perasaan tidak enak tersebut. Mungkin karena dulu terlalu sering melihat Pak Harto di televisi dengan adegan seperti itu. Saya takut merasa menjadi terlalu berkuasa di kantor ini. Tenggang waktu listrik pet jangan lebih dari 3 jam, karena kalau lebih dari 3 jam ikan koi yang mahal harganya di akuarium bisa mati, dan ibu-ibu yang menyimpan susu di kulkas bisa basi. Nanti orang PLN lah yang kebingungan, karena tidak ada lagi yang mau pasang listrik alias semuanya sudah terpasang. Sehingga orang PLN harus menawarkan listrik secara keliling, sambil teriak listrik.., listrik…., listrikk. Perkataan tentang hidup Saya memilih berumur pendek tapi bermanfaat, daripada umur panjang tapi tidak bisa berbuat banyak. Jalan pikiran saya itu biasanya saya ungkapkan ke teman-teman dengan istilah intensifikasi umur Bukankah bahagia dan kecewa sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri? Orang akan merasa bahagia kalau keinginannya tercapai. Orang akan merasa kecewa kalau keinginannya tidak tercapai. Maka, ini saya, untuk mencapai kebahagiaan sangatlah mudah: Jangan pasang keinginan terlalu tinggi. Jangan menaruh harapan terlalu banyak. Itu menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal. Hidupnya lebih fleksibel. Karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanannya menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi, kalau orang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang menggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana? Cita-cita saya semula hanya ingin punya sepatu, biar pun rombengan. Lalu ingin punya sepeda. Rasanya, waktu pertama punya sepeda (juga bekas) bahagianya melebihi saat punya Jaguar. Padahal, sepeda itu pernah putus as rodanya sehingga tidak bisa dinaiki. Bahkan, dituntun pun tidak bisa. Terpaksalah saya menggendongnya. Menggendong dengan bahagia. Saya akhirnya berkesimpulan akan bersyukur dengan cara memanfaatkan umur tambahan ini dengan seproduktif-produktifnya. Jelaslah bahwa karena kemiskinan dan kejumudan yang melatarbelakangi, saya menderita sakit liver. Apakah saya menyesali dilahirkan di keluarga miskin? Sama sekali tidak. Kemiskinan kami adalah kemiskinan struktural. Kemiskinan yang juga dialami banyak orang di lingkungan saya. Bahkan hampir di semua kampung saya. Di kapupaten saya. Juga di negara saya. Kemiskinan rame-rame. Kami bisa menikmatinya bersama-sama. Biarkan anak muda itu berbuat salah, karena dengan sendirinya ia akan berubah Perkataan tentang kepemiminan Kedudukan tentu tidak sama dengan tempat duduk. Yang merasa berkuasa pun belum tentu bisa menguasainya. Yang punya kedudukan belum tentu bisa duduk semestinya. Di dunia ini ada tiga pihak yang tidak bisa dilawan. Kalau anda lawan anda akan kalah. Tiga pihak itu adala ha ha: 1. Atasan anda. 2. orang kaya. 3. orang gila....... Saya Dahlan, pak. Nama saya memang Dahlan. Jabatan menteri BUMN ini kan hanya tiga tahun, sedangkan nama Dahlan akan saya bawa sampai mati. Jadi, tetap panggil saya dengan Dahlan. Kepengurusan PSSI seharusnya diisi orang-orang muda, berusia di bawah 45 tahun, agar tidak terkena imbas konflik pengurus terdahulu. Apa yang ingin saya lakukan pertama-tama adalah mengurangi campur tangan pemerintah di BUMN untuk memberi kebebasan dan otoritas kepada para direktur utamanya melakukan aksi-aksi korporasi. Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang dipimpin. Mengamati dari kutipan-kutipan yang berasal dari ke 4 tokoh di atas kita dapat melihat bagaimana dunia yang mereka ciptakan melalui perkataannya yang menurut saya memiliki persamaan yakni berbicara dengan apa adanya dan cenderung ceplas ceplos. Ke empat tokoh ini juga memiliki satu persamaan yakni kesuksesan dalam karier mereka. Ya kesuksesan, Jose mourinho adalah pelatih di eropa yang setiap menangani klub pasti akan penuh dengan trophy. Steve Jobs adalah tokoh fenomenal dalam mengembangkan dunia informasi teknologi dengan tiga Macbook, Ipod,Ipad nya. Dahlan Iskan adalah sosok sensasional dari negeri kita saat ini dengan kesuksesannya sebagai jurnalis yang menjadi raja media dan akirnya memimpin PLN dan saat ini menjadi Menteri BUMN. Sementara seorang Ruhut Sitompul yang dengan gaya khasnya mampu menjadi pengacara, pemain sinetron dan politikus sekaligus. Sengaja saya tampilkan 4 sosok tokoh sukses ini bukan untuk melihat apa yang telah diraih, tapi dunia seperti apa yang mereka ciptakan dengan perkataannya. Melihat Jose Mourinho dan Ruhut Sitompul nampaknya kita dapat melihat persamaan dari keduanya: • Senang dengan perkataan yang kasar terhadap lawan bicara • Menikmati pertikaian yang terjadi dari dampak ucapannya • Fokus melindungi institusinya dengan menyerang ke pihak lain • Perkataan dia yang selalu benar • Senang mendapat perhatian karena perkataan • Terlalu percaya diri sehingga terkesan angkuh Sementara Steve Jobs dan Dahlan Iskan juga persamaan dari perkataan yang ia ciptakan: • Menjawab dengan analogi, humor, terhadap pertanyaan yang mengarah ke kompetitornya • Tidak ingin berkonflik maupun kompetisi dengan personal kompetitornya tapi kepada objek masalahya • Memajukan institusinya dengan focus kepada karya yang ingin dicapai • Apa yang dikatakan tidak memerlukan pembenaran dari pihak lain • Tidak senang mendapat perhatian karena perkataan • Percaya diri namun sederhana dan lebih bersahaja DUNIA YANG DICIPTAKAN • Banyak musuh vs Banyak teman • Perang mulut vs Perang karya • Kebencian vs Penghormatan • Kontroversi vs Kedamaiana • Ingin tampil vs Ingin kerja • Dipuji tapi dibenci vs Dipuji dan disukai Ingat bahwa bagaimanapun dunia yang akirnya tercipta dari perkataan mereka, ke-4 tokoh di atas mendapatkan kesuksesannya masing-masing. Tinggal anda tentukan dunia seperti apa yang ingin anda ciptakan dengan perkataan anda. VS

Senin, 19 September 2011

moderator-ing

Saat mendengar kata moderator apakah yang ada dalam pikiran anda? kalau saya langsung berpikir dengan seseorang yang ada dalam seminar dengan tugas memperkenalkan para pembicara, mengatur waktu , mengatur pertanyaan yang akan dilontarkan oleh peserta. Di banyak seminar yang saya ikuti, saya pandu sebagai Mc ,atau saya sebagai penyelenggara , peran moderator diberikan kepada orang yang ahli di bidangnya dengan harapan dapat mengimbangi APA pemaparan yang akan disampaikan oleh pembicara. Sayangnya harapan yang diberikan tersebut tidak diimbangi dengan BAGAIMANA seorang moderator memerankan dirinya dalam suatu acara, sehingga sering bukan membuat acara-acara semakin menarik, mengena peserta, namun sebaliknya justru membosankan, menjemukan dan membuat kantuk. Sebelum kita berbicara mengenai APA dan BAGAIMANA, mari kita kembali kepada definisI dari Moderator, yaitu 1 orang yg bertindak sbg penengah (hakim, wasit, dsb); 2 pemimpin sidang (rapat, diskusi) yg menjadi pengarah pd acara pembicaraan atau pendiskusian masalah; Menjadi moderator berarti menjadi seorang komunikator yang membutuhkan skill komunikasi yang baik. Dalam skill komunikasi hal yang terutama ternyata bukan hanya mengetahui apa (konten) yang penting namun BAGAIMANA kita menyampaikan APA yang kita ketahui. Sering kita mendengar seorang yang berbicara hal yang kita sudah tahu namun karena cara menyampaikannya mengena, kita tetap bersedia dan semangat untuk mendengarnya, dan sebaliknya kita sering mendengar suatu hal yang baru dan dapat kita ketahui pembicara memiliki kemampuan yang luar biasa namun cara menyampaikannya tidak mengena membuat peserta enggan untuk mendengarnya. Tentang APA tentu saja saya tidak menguasainya seperti anda, namun dalam hal BAGAIMANA, saya ingin berbagi dengan anda bagaimana berperan sebagai moderator Saya membagi dalam 3 tahapan yakni sebelum, saat dan setelah acara PRE-MATCH Peserta (level, usia, apa yg mereka harapkan) Dari para pihak yang terlibat dalam suatu acara yang akan anda moderatori, harap di ingat bahwa peserta adalah pihak yang terpenting untuk dipersiapkan. Mengapa? Karena tanpa mereka acara tidak akan dianggap sukses, tanpa mereka kepada siapa pembicara akan membagi informasi. Harus diingat mereka memberikan waktu, tenaga dan bisa juga uang untuk dapat hadir dalam acara ini sehingga tentu kita harus bisa menjadi moderator yang memenuhi harapan mereka ketika akan datang ke acara anda. Untuk dapat memenuhi harapan mereka kita harus terlebih dahulu menganalisa level pendidikan,pekerjaan, jabatan, dan usia mereka untuk dikaitkan dengan tema dari acara yang diikuti. Pembicara (profil, topik, meeting) Pihak lain yang juga sangat penting tentunya para pembicara atau narasumber, karena mereka inilah salah satu daya tarik dari peserta untuk datang ke acara. Dalam mempersiapkannya pastikan anda telah melakukan penelitian tentang profil pembicara mulai dari Nama,Gelar dan biodata umum sampai hal-hal menarik tentang dirinya yang belum tentu diketahui semua orang. Pelajari topik yang akan disampaikan sehingga komentar-komentar anda juga terlihat konek dengan materi yang disampaikan. Lakukanlah perbincangan walau sebentar dengan narasumber tentang apa yang hendak akan katakan di panggung, apa yang mungkin dia ingin anda ucapkan sehingga saat di panggung sudah terlihat ada chemistry antara anda dengan pembicara. Pada bagian ini saya sarankan anda cari informasi dengan 5P: pendidikan,pengalaman,prestasi,passion, dan panggilan. Diri sendiri (kata positif, notes, perlengkapan berfungsi) Setelah melakukan persiapan untuk kedua pihak tadi, saatnya kita pun mempersiapkan diri kita dengan selalu mengatakan kata positif akan kesuksesan yang akan kita capai. Selalu tulis point penting ke alat bantu anda karena memori kita tidak akan mengingat semuanya. Pastikan semua perlengkapan berfungsi sebelum acara berlangsung. THE MATCH Kita sudah lakukan persiapan, sekarang anda sudah mendengar hitungan 5,4,3,2,1 dan acara dibuka oleh pembawa acara, dan akirnya nama anda sebagai moderator dipanggil untuk memulai sesi yang telah ditentukan, apa yang harus kita lakukan? Tiap Bicara Bermakna Walau kita adalah pemimpin dalam sesi yang berlangsung, harus anda sadari bahwa waktu untuk moderator berbicara adalah yang paling sedikit dibanding pembicara dan peserta, karenanya pastikan setiap kita berbicara, kata-kata yang terucap adalah yang bermakna (sesuatu banget) Opening Di awal anda bicara sebagai moderator, anda dapa menggunakan formula PREP dari brian tracy yang sangat berguna untuk kita ketahui contoh: Point of View : Moderator adalah figur penting dalam suatu acara diskusi Reasons : Pembicara akan bebas bicara dengan topik dan waktu yang tidak sesuai jika tanap moderator Example : Pada Jakarta Lawyers Club apa yang akan terjadi jika tidak ada Karny Ileas Point of View: Moderator bukanlah hanya pelengkap dalam suatu acara Setelah diawali dengan PREP sekarang saatnya memperkenalkan pembicara dari hasil research anda dengan 5P tadi. Questioning Saat kita bertanya harus ada relevasi dengan topik dan dapat mewakili pertanyaan yang mungkin timbul pada para peserta. Pertanyaan dapat dibagi ke dalam 2 teknik: Open Question : Ceritakan, Deskripsikan, Sampaikan. Closed question : pertanyaan yang mengarah pada pilihan Closing Penutup dalam bertugas sebagai moderator bukan lagi hanya sekedar menutup acara, namun juga harus sesuai tujuan dengan tema besar acara dan topik yang dibawakan karenanya terdapat beberapa teknik juga yang dapat digunakan: Summary : Lakukan Rangkuman Action : Mengajak bertindak sesuai yang disampaikan pembicara Laugh : Membuat peserta tertawa Story : Memberi inspirasi dengan cerita Jadilah Pemimpin Ketika Mic sudah diberikan kepada anda oleh pembawa acara untuk memulai menjadi moderator, maka di sesi ini andalah pemimpin acara. Yang pertama harus anda lakukan adalah menyampaikan “rules of play”, karenada andalah yang mengelola semua pada sesi itu. Keep it on time Setiap sesi ada batasan waktunya, dan untuk itu kita harus biasakan menjadi moderator yang mampu mengatur pembagian waktu dengan baik sehingga para pihak dapat melihat dan menikmati bagaiman profesionalnya anda dalam hal yang satu ini. Keep it on track Walau waktu sesuai, terkadang baik pembicara maupun peserta (pada saat sesi tanya jawab) membicarakan hal-hal yang diuar tema dalam sesi tersebut, disinilah peran moderator juga sangat krusial sehingga arah pembicaraan tetap pada jalurnya. Selalu berikan waktu untuk sesi tanya jawab karena inilah waktu untuk melibatkan peserta sehingga acara berlangsung 2 arah, dan peran anda memastikan proses berlangsungnya sesi ini dapat lancar sesuai waktu dan topik Mendengar dengan benar Jadilah pendengar yang baik, sehingga pembicara merasa dihargai, peserta merasa diperhatikan dan anda dapat menyiapkan pertanyaan berkualitas, untuk itu yang harus anda lakukan: • Selalu Fokus • Buat Catatan • Jaga bahasa tubuh AFTER MATCH Saya sarankan dari tugas anda ini ditulis ke dalam blog sehingga terdokumentasi dengan baik dan dapat berguna bagi peserta ataupun masyarakat yang ingin mengetahui topik tersebut. Selamat berlatih.